Saturday, March 28, 2009

3 Hal Dalam Perjalanan Hidup Manusia

Peristiwa atau masalah di dunia bagi manusia tampak seperti sangat rumit, ruwet dan pelik. Namun jika secara cermat kita memilah masalah-masalah itu dalam berbagai kategori, sebenarnya kehidupan itu hanya ada hal " masalah sendiri ", " masalah orang lain " , dan " masalah Tuhan ".

" Masalah sendiri ", tentu saja yang dimaksud adalah urusan apapun yang selalu berhubungan dengan kehidupan individu, misalnya kerja, makan, tidur, perasaan dsb, urusan yang dapat diatur atau direncanakan sendiri.

" Masalah orang lain ", sudah tentu yang dimaksud adalah masalah yang tidak berhubungan dengan kita, masalah yang dilakukan orang lain dan dibawah kekuasaan orang lain.

" Masalah Tuhan ", tentu yang dimaksud adalah bencana alam, musibah manusia, nasib dsb, masalah yang dijalankan Tuhan, masalah yang berada di bawah kekuasaan-NYA.

Namun akar dari kerisauan manusia, kadang-kadang melupakan " masalah sendiri ", suka mencampuri masalah orang lain, takut dengan urusan Tuhan,
Sebagai contoh misalnya lupa instropeksi diri, lupa dengan kewajiban sendiri, suka membicarakan orang lain, suka mencampuri urusan orang lain yang tidak berhubungan dengan dirinya, kerja taku terjadi kecelakaan, keluar rumah takut terjadi kecelakaan, dan hal-hal yang tak terduga.

Tiga hal dalam perjalanan hidup manusia seringkali merupakan akar kerisauan kita, bagaimana pun menyeimbangkan ketiga hal tsb mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan kita.

Semestinya kita bisa menata dengan baik masalah individu masing-masing, tidak terlalu mencampuri urusan orang lain ( bukan maksudnya jika kebetulan menyaksikan pembunuhan atau kebakaran lalu tidak perduli sama sekali ). Kita tidak perlu khawatir dan harus tahu diri dengan masalah atau urusan yang dijalankan Tuhan, ikuti takdir.

Risau, seringkali karena disebabkan individu itu sendiri. Jika kita tidak mencari kesukaran pada diri sendiri, orang lain selamanya juga tidak mungkin akan membuat kita risau, tidak bisa melepaskan masalah dalam hati ( pikiran ) adalah sebab utama kerisauan.

Ketika kita menjadi risau karena suatu masalah, pertama-tama benahi dulu " masalah kita ", dan selanjutnya kita akan tahu bagaimana menangani " masalah orang lain " atau " masalah Tuhan ", sehingga dengan demikian bisa dengan cepat menyelaraskan perasaan cemas.

No comments: